Survei Langsung Dan Investigasi PMK

Keterangan Gambar : Kabid Perternakan, Petugas Karantina Hewan Provinsi Bengkulu Dan Para Perternak Berdiskusi Tentang PMK


distan.kaurkab.go.id - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi dan kerbau makin meluas ke kecamatan-kecamatan yang berdekatan dengan kecamatan wabah PMK. Hal tersebut terjadi pada 5 juli 2022 Kabupaten Kaur mulai dinyatakan positif secara laboratorium. 

Penyebarannya pun makin meluas sampai dengan saat ini (Kamis, 21 Juli 2022) atau 3 minggu dari kasus pertama, wabah PMK sudah mewabah sampai ke 3 kecamatan tanjung kemuning, kelam tengah dan muara tetap dengan jumlah ternak hampir 400 ekor kasus.

Dinas pertanian melalui bidang peternakan dan kesehatan hewan tidak menutup mata dengan laporan - laporan kasus penyakit di wilayah baru. Baru - baru ini, kita dapat laporan dari PPK kaur utara mengenai indikasi PMK di pulau kabu, kita hari ini turun untuk memastikan penyakit pada ternak di pulau kabu ucap kepala dinas pertanian melalui kepala bidang peternakan dan kesehatan hewan drh. Rakhmad Fajar. 

Hasil investigasi dan pengamatan gejala klinis pada sapi dan kerbau di pulau kabu dipastikan PMK. Pada waktu yang bersamaan juga ikut serta petugas dari Stasiun Karantina Hewan Kelas I Prov. BENGKULU, dimana melakukan pengobatan pada beberapa ternak yang bisa dikondisikan untuk injeksi obat - obatan.

Namun, kondisi ternak yang masih lepas menyulitkan para petugas dalam melakukan pengobatan terhadap kerbau dan sapi.

Di sisi lain setelah pengobatan, para peternak berkumpul dan diberi penjelasan serta arahan mengenai PMK dan pengobatannya terkhusus bagian area kuku dan mulut ujarnya drh. Rakhmad Fajar. 

drh Rakhmat Fajar menyarankan untuk memberikan cairan pemutih seperti bayclin pada area sela - sela kuku, sedangkan untuk mulut dapat menggunakan bahan kimia salah satunya asam sitrat.

 Wabah PMK ini sebetulnya tidak cukup dengan penyuntikan karena diperlukan juga obat lain seperti obat topikal.

 Beliau menyarankan ternak-ternak yang telah diobati sebaiknya ditambang dahulu karena kondisi kering sangat mambantu dalam proses pemulihan kerbau dan sapi akan penyakit tersebut. 

Survei lapangan kondisi padang pengembalaan di pulau kabu saat ini berkemungkinan mencapai angka kurang dari 100% penularannya.

Sehingga hal ini secara teori sudah terbukti bahwa memiliki tingkat kematian yang rendah. Jadi, jangan khawatir dan panik saat menjual ternak karena itu akan merugikan peternak itu sendiri (ujar drh Ame panggilan kecil drh. Rakhmad fajar).

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.